Yuk, Menulis Feature!
Menulis Feature
Feature
Secara sederhana, feature adalah cerita atau karangan khas yang berpijak pada fakta dan data yang diperoleh melalui proses jurnalistik. Setiap karya feature harus mengandung semua unsur yang terdapat 5W1H. Selain itu, feature disajikan dalam bahasa pengisahan yang sifatnya kreatif informal.Menurut Sumadiria dalam bukunya Jurnalistik Indonesia, mendefinisikan feature sebagai berikut : Feature adalah cerita khas kreatif yang berpijak pada jurnalistik sastra tentang suatu situasi, keadaan, atau aspek kehidupan, dengan tujuan untuk member informasi dan sekaligus menghibur khalayak media massa.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, menyatakan feature adalah karangan yang melukiskan suatu pernyataan dengan lebih terinci sehinggaapa yang dilaporkan hidup dan tergambar dalam imajinasi pembaca (Balai Pustaka, 1990:350).
Feature adalah suatu cara atau gaya penulisan sebuah berita yang ciri khasnya adalah menggunakan bahasa sederhana, dengan alur cerita yang mengalir, ringan, sehingga enak untuk di baca. Kesan "sederhana" dan "ringan" inilah yang acap disalah-persepsikan bahwa feature adalah berita ringan yang dimaksudkan untuk sekedar menghibur atau sebagai berita selingan.
Menulis Feature
Menulis feature tidak cukup hanya berbekal rumus 5W+1H. Straight News menuntut penulisan yang lugas, langsung, dengan informasi yang aktual. Tekanannya pada aktualitas, efisiensi kata dan struktur yang tegas. Sedangkan feature menuntut lebih dari itu Maka pengetahuan dan pemahaman mengenai unsur-unsur dramatik dalam penulisan perlu dipelajari.Itupun tidak bisa dipelajari sekali dua kali. Kuncinya adalah latihan,praktek,dengan terjun ke lapangan, menemui subjek peliputan,mewawancara,menggali data,memahami konteks,menuliskannya sambil terus mengkaji ulang dan menuliskannya kembali sampai menemukan alur cerita yang paling pas.
Dalam tubuh feature, berisi juga gambar-gambar atau foto-foto untuk lebih menguatkan isi feature yang disajikan, sehingga bila digabungkan tulisan dan foto-foto yang sesuai dengan isi tulisan maka isi feature tersebut menjadi lebih jelas atau lebih berhubungan dan tentunya lebih dimengerti oleh pembaca. Menurut Mappatoto (1992; 47), tubuh ditulis sejalan dengan arahan yang tersirat dalam teras/intro. Setiap keterangan atau informasi mengenai pokok cerita ditulis seperti menyusun batu bata dalam pembuatan tembok. Tubuh harus bisa sejalan atau sesuai dengan isi intro dan harus menceritakan secara jelas dan beruru-tan baik dengan menggunakan tulisan maupun foto, sehingga isi cerita yang disajikan dalam tubuh feature saling berhubungan satu sama lain dan tidak menyimpang dari tema atau intro yang sudah ada.
Karakteristik Feature
1.Kreatif
Memungkinkan penulis “mencipta” sebuah cerita (dengan teknik berkisah), namun bukan cerita fiktif.Laporan feature harus mengkreasikan sudut pandang penulis berdasarkan riset terhadap fakta-fakta yang ditelusuri.
2.Subjektif
Dengan penggunaan model aku, memungkinkan penulis memasukkan emosi dan pikirannya.
3.Informatif
Feature memang terkadang tidak memiliki nilai berita. Ia justru cenderung member nilai informasi mengenai situasi / aspek kehidupan. Materi laporan tentang hal yang ringan, namun berguna bagi masyarakat.Seperti situasi saat peristiwa terjadi dan tidak diliput media lain.
4.Menghibur
Bahan feature dengan sengaja dicarikan dari cerita yang eklusif dan ditulis secara mendalam (indepth), termasuk aspek humor yang menyertainya. Laporan harus berwarna-warni terhadap berita-berita rutin .
5. Awet / Tidakdibatasiwaktu (unperishable)
Berita bisa basidalam 24 jam, tapi feature tak akan pernah basi bahwa feature tidak lapuk dimakan deadline, karena topiknya dibahas secara mendalam.

Comments
Post a Comment