The Fifth Estate, Cerita dibalik WikiLeaks
Hai bloggers...
Pada kesempatan kali ini, saya akan sharing hasil review saya terhadap film The Fifth Estate.
@evitarosmaida
Pada kesempatan kali ini, saya akan sharing hasil review saya terhadap film The Fifth Estate.
Sumber gambar : klik disini
Pada awal saya menonton film ini, jujur secara keseluruhan film ini mempunyai pesan dan makna yang berat. Berat bagi saya berarti tidak cukup hanya sekali untuk memahami makna dan pesan dalam film ini.
Saya pun baru tahu bahwa WikiLeaks ini adalah nyata adanya. Film The Fifth Estate ini di angkat dari tulisan Daniel Domscheit-Berg berjudul Inside WikiLeaks.
Sumber gambar : klik disini
Menurut tribunnews.com, film ini mendapatkan keuntungan sebesar 8 juta dollar Amerika Serikat. Film ini lebih menyorot mengenai ada cerita apa di balik WikiLeaks. Sesuai dari tulisan yang di angkat dengan judul "Inside WikiLeaks", film ini dikemas lebih intim untuk fokus kepada pendiri WikiLeaks yakni Daniel Domscheit-Berg (Daniel Bruhl) dan hacker komputer Julian Assange (Benedict Cumberbatch)
Pengemasan film ini juga sangat menakjubkan dimana pemain film dengan tokoh asli pendiri WikiLeaks yang fenomenal ini sangat mirip !
Berikut pendiri asli dari WikiLeaks
Sumber gambar : klik disini
Nah kalau yang ini pemain dalam film The Fifth Estate
Sumber gambar : klik disini
Kalian bisa lihat sendiri kan kemiripan dari tokoh asli dan pemain dalam film. Dengan kemiripan ini juga membuat penonton menjadi lebih meresapi film ini. Emosi mereka dalam film ini juga dapet banget feel nya. Saya rasa mereka bisa meresapi peran dan karakter dari pendiri asli WikiLeaks yakni Daniel Domscheit-Berg dan Julian Assange.
WikiLeaks ini sebenarnya bercerita mengenai suatu situs online yang memuat informasi-informasi yang tidak di munculkan sumbernya. Dimana membongkar aktivitas illegal dari bank dunia. Bahkan dalam film itu menguak mengenai data pribadi seperti email pribadi dari Sarah Palin yang sempat membuat publik heboh.
Sarah Palin
Sumber gambar : klik disini
Atas informasi yang diupload oleh WikiLeaks, membuat pendiri WikiLeaks ini sempat di tuntut oleh berbagai macam pihak, salah satunya Julius Baer. Tapi hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi WikiLeaks untuk membongkar berbagai informasi dari kecurangan berbagai macam pihak dimana memang tujuan mereka baik yakni ada di sisi masyarakat.
Seperti pepatah, semakin tinggi pohon maka akan semakin kencang angin yang berhembus, begitu juga dengan WikiLeaks dan hubungan antara Daniel dan Assange. Hubungan kedua nya kian memburuk dikarenakan adanya perbedaan tujuan pada WikiLeaks.
Pada saat itu, Assange ingin segera memuat data-data rahasia pada WikiLeaks seperti video pesawat tempur Afghan dan Iran. Namun, sebelum disebarkan, Daniel ingin data tersebut di kaji terlebih dahulu, mungkin Daniel juga belajar dari pengalaman sebelumnya dimana ia dituntut oleh Julius Baer.
Sayangnya, Assange tidak menghiraukan saran Daniel. Assange langsung memuat informasi seperti peran Afghan dan Iran, beserta informasi-informasi yang sudah di rahasiakan sejak lama. Hal ini yang membuat Daniel geram dan akhirnya menutup akses Assange ke server WikiLeaks.
Bukan hanya itu, Daniel dan tim WikiLeaks lainnya juga menghapus akses mereka ke website WikiLeaks tersebut. Tapi ternyata sampai sekarang WikiLeaks masih ada dengan post terakhir tanggal 30 Januari 2019.
Laman resmi WikiLeaks
WikiLeaks tentunya membantu kita sebagai masyarakat untuk mengetahui baik atau bobrok nya calon pemimpin dunia, aktivitas illegal pada bank, sampai pada informasi-informasi rahasia dimana media biasa tidak berani menampilkannya. Namun semua berubah ketika bertemu WikiLeaks. Quote berikut yang sangat cocok dalam mengambbarkan kegagahan WikiLeaks dalam membongkar segala informasi rahasia.
Banyak orang yang takut hidup menghadapi kebenaran, dan hanya sedikit orang yang merasa tak dapat hidup tanpa kebenaran dalam hidupnya - Mochtar Lubis
@evitarosmaida






Comments
Post a Comment